SEKILAS INFO
: - Saturday, 31-07-2021
  • 1 bulan yang lalu / Pembangunan masjid saat ini terhenti karena kekurangan dana. Sedangkan kebutuhan akan masjid tersebut sangat urgent. Oleh karena itu sudilah kiranya para sahabat untuk bersama-sama peduli dengan menyisihkan sebagian hartanya untuk pembangunan masjid ini. Silahkan salurkan infaq terbaiknya ke rek BRI 0100-01-018310-53-2 An.Mahad Bilal Bin Robah Atau antum bisa datang langsung ke lokasi pembangunan di Disun...
  • 10 bulan yang lalu / Ma’had Bilal Bin Robah merupakan lembaga pendidikan pondok pesantren bermanhaj Ahlussunnah Wal Jama’ah dengan berpegang teguh kepada Kitabullah dan Sunnah Rosulullah Sholallahu’alaihi Wasallam sesuai dengan pemahaman Salafus Shaleh. Ma’had Bilal bin Robah ingin ikut serta untuk mendidik anak bangsa dengan memberikan pelayanan kepada kaum muslimin dari kalangan Yatim dan Dhu’afa secara GRATIS…!  
Syaikh Muqbil bin Hadi Al-Wadi'i

ULAMA YANG SERING MAKAN ROTI SISA DAN ADA BEKAS SARANG LABA-LABA

Ulama dari tanah Yaman, Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i rahimahullah
Yaman belum pernah menemukan seorang seperti beliau selama sejak beratus-ratus tahun. Dahulu hanya bekerja sebagai satpam sebuah bangunan di Makkah. Suatu ketika ia diberi hadiah beberapa buku tentang pelajaran tauhid termasuk pula kitab Fathul Majid. Ia pun tersentuh dengan buku-buku itu. Lantas ia teringat negerinya, ia pun pulang kemudian mengajarkan manusia tentang tauhid serta mengingkari perbuatan syirik penduduk desanya. Jadi tak ayal lagi, penduduk desa justru memusuhi beliau dan berangkat dia untuk belajar sekte Syi’ah yang berkembang di Yaman, agar akidah tauhid yang suci itu dipaksa dari membentuk.Akan tetapi beliau kembali ke negeri suci itu sambil membawa semangat belajar ke sana.
Setelah sekian lama belajar, beliau lulus dari Jami’ah Islamiyah Madinah (Universitas Islam Madinah) sambil membawa dua Ijazah. pertama ijazah dari kuliah dakwah dan yang kedua ijazah dari kuliah syari’ah yang mana dia kerjakan secara paruh waktu.
Ia bercerita tentang ijazah syari’ahnya dahulu,
“Aku sangat takut jika waktuku hilang sehingga aku berikrar agar berbekal ilmu sebanyak-banyaknya di Madinah.”
Dosen pembimbing tesis magister beliau bertutur,
“Kalau seandainya peraturan kampus memperbolehkan, pasti aku akan memberi Syaikh Muqbil dua tugas tesis sekaligus, yaitu tesis magister dan doktor karena kegigihan dia dan begitu sabarnya dia dalam belajar.”
Sering kali dia memungut, sisa roti jatuh dan membersihkannya dari benang laba-laba dan makannya demi bertahan hidup. Bahkan kadang-kadang dapat minum air zam-zam tulang rusuknya bisa tegak berdiri ilmu.
Beliau adalah seseorang yang diberikan Allah kelezatan dengan yang namanya Ilmu agama, beliau berkata, “Allah Maha Tahu bahwa aku merasa seperti seorang raja.” Lantaran nikmatnya ilmu yang dia cari.
Seorang murid yang menceritakan kisah ini,
“Satu kalimat beliau yang sangat membuat kami berkeinginan adalah ucapannya terhadap para muridnya: ‘Tahukah kalian bahwa aku adalah orang yang paling dikaruniai anak, karena semua kalian adalah anak-anakku.'”
Murid-muridnya lebih banyak dari 2000 orang,
Kejadian Langka beliau yang Menunjukkan Kejujuran dan Keberanian beliau
Suatu ketika Presiden Yaman bertanya kepada beliau, “Apakah engkau akan berdoa untukku?”
Syaikh menjawab, “Kadang-kadang.
Maka Presiden menyatakan,” Maka doakanlah minta untukku. ”
Ia Mencari Ilmu Bukan Untuk Dunia
Termasuk hal yang unik bahwa Ijazah-ijazahnya semuanya hilang, termasuk magister ijazah, sedangkan beliau tak tahu lagi tentangnya. Dahulu beliau , “Ijazah ini pasti akan hilang juga.”
Syaikh Ibn Baaz dan Syaikh Al-Albani banyak banget keutamaan beliau, bahkan Syaikh Al-Faqih ibnu Utsaimin tentang per pernyataanannnya, “Demi Allah! Bahwa Syaikh Muqbil termasuk imam dari para imam-imam agama! “
Beliau juga selalu bermuhasabah akan dirinya, beliau bertutur, “Ketika uban pertamaku mulai tumbuh, lantas kugenggam janggutku dan pernyataan:
Pada sabtu malam tepatnya setelah Maghrib tanggal 15/3/1421 H, beliau menyampaikan pelajaran terakhir kali mana pada pagi Ahad beliau dilarikan ke rumah sakit, kemudian diterbangkan dari Yaman ke Saudi untuk pengobatannya.
Ketika sampai di Saudi, dokter meminta agar dipindahkan ke Amerika mengingat perlengkapan medis di sana yang sangat minim ketika itu. Meminta permintaan meminta agar dipulangkan terlebih dahulu ke Yaman agar permohonan salam kepada keluarganya sebelum safarnya yang JAUH.
Penghasilan kena pajak dilakukan Pengobatan di amerika di Maka alhamdulillah beliau sehat Dan Kembali Ke negeri Dan keluarganya Serta murid-murid tercinta di Yaman.Ketika disambut di Yaman beliau berkata, “Mungkin bisa jadi tahun depan kalian tak bertemu lagi denganku.”
Kemudian beberapa saat kemudian, beliau sakit lagi dan di terbangkan Ke Amerika, namun para dokter mengatakan bahwa keadaannya semakin kritis, kemudian setelah itu beliau kembali ke Saudi dan menulis wasiatnya dan wafat 10 hari setelahnya.
Salah seorang yang mendampingi ketika beliau sakit berkisah, “Ketika kami mendampingi Syaikh, maka seakan-akan kami yang sakit dan Syaikh justru yang menyabarkan akan sakit kami itu.”
Beliau dishalatkan di Masjidil Haram Makkah dan dikuburkan di pemakaman Al-‘Adl di samping makam dua sahabat sekaligus ulama kibar di zaman ini; Syaikh Ibn Baaz dan Al-Faqih Ibnu Utsaimin -rahimahumullahu jami’an-

Seorang putra asli pedalaman Yaman, hidup dalam keadaan yatim, pernah sebagai satpam bangunan, namun Allah mengharumkan namanya karena Ilmu.

Beliau meninggalkan 4 putri dan dua Istri. Dilahirkan pada tahun 1352 H dan wafat di tahun 1422 H di umurnya yang ke-70 tahun.
Sebagian perkataan beliau
“Siapa saja yang ingin duduk bersama para pendusta yang besar, yang dimilikinya ia koran-koran, butuh sedikit saja roti, gula, dan garam berkurang maka mereka langsung mengkafirkan pemerintah. Namun ketika pemerintah memenuhi keinginan mereka, justru bermuka dua sambil membaca -muji: ‘Leader kita adalah khalifah yang mendapat Ilham.
Juga perkataannya,
“Siapapun yang menolak sunnah, niscaya dihinakan Allah, dan siapa yang menjadi musuh terhadap sunnah, janganlah kalian menolaknya, karena Allah pasti yang akan menurunkan azabnya kepada musuh sunnah itu.”
Semoga rahmat Allah selalu tercurahkan kepada ruh beliau dan kepada kita semua.

Al-Haram Al-Madani An-Nabawi,
23/1/1436 H
Fauzi Rifaldi, mahasiswa Univ. Islam Madinah
(dengan sedikit perbaikan kalimat)

TINGGALKAN KOMENTAR

Pengumuman

Pembangunan Masjid dan Pesantren

Wakaf Buku

Jadwal Pelajaran Harian

February 2021
M T W T F S S
1234567
891011121314
15161718192021
22232425262728

Lokasi Maps